Tanpa perlu basa - basi lagi dehh..
sekarang ada salah satu bisnis online yang bener** menghasilkan uang yang sangat banyak.
yaitu IsurveyPanel.
cukup survey,
dapet point.
tukar poin.
dapet duit..... :D
Buat yang berminat silahkan aja daftar disini :)
Senin, 16 Desember 2013
Jumat, 09 Agustus 2013
Vievie Thayank: Bisnis Online Gratis
Vievie Thayank: Bisnis Online Gratis: Bisnis Online adalah Bisnis yang dijalankan melalui Internet. Siapapun bisa menjalankan bisnis online asalkan punya koneksi internet yang ...
Sabtu, 27 Juli 2013
Kisah Nenek Sayang Cucu
Kisah
tentang cinta kasih ini membuat semua terharu dan terus meneteskan air
mata" (True Story / Kisah Nyata)
Di suatu siang hari terlihat seorang nenek
berulang kali menekan tombol sebuah rice cooker, tetapi rice cooker itu tetap
tidak mau menyala. Lalu nenek ini berjalan tergopoh-gopoh dari dapur ke
kamarnya. Di dalam kamar nenek langsung merapikan rambutnya yang sudah memutih
dan mengganti baju.Setelah semua kancing bajunya terkancing, si nenek kembali
membukanya lagi. Ternyata kancing bajunya tidak terkancing sesuai urutan,
sehingga terkadang sisi baju yang sebelah kiri menjadi lebih tinggi dari yang
kanan. Atau kancing yang sebelah kanan melampaui 2 urutan dari yang sebelah
kiri. Nenek bahkan harus mengulanginya beberapa kali sampai berkeringat, baru akhirnya
semua bisa terkancing rapi sesuai urutannya. Setelah itu nenek berjalan keluar
dari kamar.Saat nenek melintasi ruang tamu, cucu perempuannya yang berumur 16
tahun sedang menonton TV. Terheran melihat neneknya berpakaian rapi, lalu
bertanya, “Nenek mau kemana, bukannya tadi nenek sedang masak didapur?” Nenek
kemudian menjelaskan kalau ia tadinya memang mau memasak, tapi entah kenapa
rice cookernya tidak mau menyala, dan sekarang nenek mau keluar sebentar
membeli makanan.Dengan wajah cemberut, cucunya meminta agar nenek cepat pulang
karena ia sudah mulai lapar. “Iya, nenek akan cepat pulang. Kamu tunggu nenek
sebentar yah...” Kata neneknya dengan tersenyum, supaya wajah cucunya tidak
merengut lagi. Nenek pun berjalan keluar rumah, menunggu bus yang lewat, lalu
naik bus ke pusat penjualan makanan.Beberapa saat setelah nenek keluar rumah,
cucunya berjalan ke dapur mencari cemilan untuk sekedar mengganjal perut. Tak
sengaja dia melihat steker rice cooker yang belum dicolok. Cucunya pun
tersenyum geli melihat sikap pelupa neneknya seperti orang yang sudah pikun
saja.Sesampai di pusat penjualan makanan, nenek membeli nasi ayam kesukaan
cucunya. Setelah selesai membayar dan hendak pulang, langkah nenek tiba-tiba
terhenti persis di pintu keluar. Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan, bola
matanya membesar, raut mukanya berubah tampak kebingungan. Semua bangunan dan
jalanan yang ada di depannya terlihat berbeda dan asing.Nenek terdiam membisu
sejenak. Dan akhirnya menyadari kalau ia lupa arah jalan pulang ke rumah.Lantas
dengan sigap, nenek melambaikan tangannya sambil berjalan menghampiri seorang
pemuda yang melintas di depannya. Meminta bantuan kepada pemuda itu agar mau
membawanya pulang. “Nak, Nak, tolong antarkan nenek pulang...” Kata
nenek.“Maaf, Nek. Saya sedang terburu-buru.” Tolak pemuda tadi.Kemudian nenek
menghampiri seorang wanita paruh baya. Sama dengan pemuda tadi, wanita ini juga
tidak bisa mengantarkan nenek pulang karena akan menjemput anak-anaknya. Nenek
tidak berhenti. Kali ini dengan gesit ia berjalan ke arah seorang bapak-bapak
untuk meminta tolong. “Pak, Pak, tolong antarkan saya pulang. Cucu saya sedang
menunggu saya pulang membawa makanan. Dia pasti sudah lapar sekarang.” Kata
nenek dengan wajah terlihat sedih.“Rumah Nenek dimana, yuk saya antar.” Jawab
bapak ini.“Emm... mm... saya.., saya tidak ingat dimana.” Kata nenek dengan
terbata-bata. “Tapi tolong antarkan saya pulang, Pak. Pokoknya antarkan saja
saya pulang.” Nenek memohon. Bapak ini juga tidak bisa menolong karena nenek
sudah pikun dan sama sekali tidak ingat dimana rumahnya. Mata nenek tampak
berkaca-kaca, air matanya hampir jatuh membasahi pipi.Berulang kali nenek terus
meminta tolong kepada setiap orang yang ditemuinya untuk diantarkan pulang. Ada
yang menolak dan ada juga yang bersedia... tapi siapa pun yang mau menolong
tetap saja tidak bisa mengantarkan nenek. Wajah nenek tampak sangat sedih.
Tanpa di sadari air mata nenek mengalir di pipinya. Teringat cucunya menahan
lapar, sedang menunggunya pulang membawa makanan.Nenek tetap terus berjalan
sambil meminta tolong, dan sesekali mencoba mencari jalan pulang sendiri. Tanpa
berhenti untuk beristirahat. Rambut putihnya yang tadinya tersisir rapi dan
diikat ke belakang, sekarang mulai berantakan dan tidak karuan. Kedua tangannya
terus mendekap nasi ayam yang dibelinya tadi siang agar tetap hangat. Seluruh
wajah dan bajunya telah basah oleh keringat. Langkahnya juga sudah mulai
melambat karena kakinya terasa sakit dan kelelahan.Hingga hari mulai gelap,
nenek masih saja terus berjalan, berusaha bisa sampai ke rumah meskipun dari
wajahnya terlihat jelas sekali kalau nenek sudah sangat kelelahan...Pada waktu
yang bersamaan, dirumah nenek, sepasang suami istri baru pulang. Mereka adalah
orang tua dari cucu nenek. Si ibu melihat anaknya yang sedang ngemil sambil
menonton TV. Lalu bertanya, “Kok kamu ngemil, apa nenek belum selesai masak?”
Putrinya menjelaskan, kalau nenek tidak jadi masak hari ini dan sudah sejak
tadi siang pergi ke pusat penjualan makanan tapi masih belum pulang sampai
sekarang.“Apa! Nenek belum pulang dari tadi siang?!” Kata ayahnya dengan wajah
terkejut bercampur khawatir. Belum sempat anaknya berkata apapun, kedua suami
istri ini langsung pergi lagi. Bermaksud mencari nenek! Anaknya kaget melihat
kedua orang tuanya tiba-tiba menjadi panik dan langsung pergi lagi. Setelah
beberapa saat dia baru sadar, kalau nenek bukan pelupa, tapi sudah pikun, dan
nenek pasti sedang tersesat sekarang. Segera, dia pun mengikuti kedua orang
tuanya pergi mencari nenek.Ketiganya berkeliling di tengah keramaian kota,
berusaha menemukan nenek. Dan kemudian, kedua suami istri ini mendengar bunyi
klakson mobil bersahut-sahutan. Keduanya segera berlari ke arah bunyi klakson
tersebut. Sesampainya disana mereka melihat nenek berdiri terbengong di tengah jalan
menghalangi laju mobil-mobil. Lalu keduanya menarik tangan nenek dan
menuntunnya ke tepi jalan. “Apa yang Ibu lakukan di tengah jalan seperti ini.
Ibu membuat kita jadi tontonan semua orang...” Bentak putranya.“Pak, Pak,
tolong antarkan saya pulang, cucu saya sekarang pasti sudah sangat lapar.
Kasihan cucu saya, dia belum makan dari siang. Tolong Pak...” Karena di bentak,
nenek semakin linglung dan tidak ingat dengan putra maupun menantunya sendiri.
“Bu! Saya ini anakmu sendiri!” Teriak putranya lagi. Kemudian nenek berpaling
ke arah menantunya, “Nyonya, tolong antarkan saya pulang, cucu saya sedang
menunggu saya pulang bawa makanan.” Nenek memelas sambil menangis.Mendengar
nenek memelas seperti itu ditambah dengan melihat kondisi tubuh nenek yang sedemikian
sangat lelahnya. Hati keduanya terasa sangat pilu sekali. Tak kuasa menahan air
mata, menantunya menjadi ikut menangis. Menangis dengan teramat sedih.
Menyadari betapa besarnya cinta dan kasih sayang nenek kepada cucunya, yang tak
lain adalah putri mereka sendiri.Tiba-tiba... dari kejauhan, sayup-sayup
terdengar suara cucunya memanggil, “Nenek, Nenek...” Nenek menoleh ke belakang,
mencari asal suara cucunya. Ternyata benar, cucunya berada tidak jauh dari
sana. Dibalik keremangan lampu jalan, cucunya berlari ke arah nenek. Senang
melihat cucunya berada disana, nenek pun berjalan ke arah cucunya dengan
tertatih-tatih. Walaupun terlihat nenek tersenyum sangat senang, namun masih
tampak sangat jelas kecapekan dibalik senyumannya itu.Cucunya langsung memeluk
nenek. “Nenek maafkan saya, Nenek tidak apa-apa?” Kata cucunya dengan
meneteskan air mata. “Iya, Nenek tidak apa-apa. Ini nenek sudah belikan nasi
ayam kesukaan kamu, ayo makan. Kamu pasti sudah lapar sekali. Kasihan cucu
nenek harus kelaparan sampai malam.” Kata nenek sambil membuka bungkus nasi
lalu di suapkan ke mulut cucunya. Cucunya terus menangis. “Nenek maafkan saya,
maafkan saya, nek.” Cucunya terus berulang-ulang meminta maaf sambil
menangis...“Tolong maafkan nenek yah, kamu jadi harus kelaparan menunggu nenek
terlalu lama.” Mendengar nenek berkata demikian, dan melihat kondisi nenek yang
begitu kesakitan juga kelelahan. Air mata cucunya semakin deras mengalir. Putra
dan menantu nenek yang melihat kejadian ini, juga menitikkan air mata. Lalu
keduanya berjalan mendekati nenek dan memeluk nenek dari belakang. “Ibu, kami
semua sangat mencintaimu.”Sahabat yang terkasih,Kisah ini disampaikan kepada
saya dan Anda untuk membuka hati dan mata kita akan betapa besarnya cinta kasih
orang tua dalam mengurus serta membesarkan anak-anaknya. Ketika orang tua kita
sudah renta dan tidak lagi mampu mengurus dirinya sendiri, sebagai anak, sudah
sepatutnya kita juga mengasihi, merawat dan memperhatikan mereka sama persis
dengan yang telah mereka lakukan kepada kita.Dengan segala kerendahan hati dan
penuh rasa hormat, maukah Anda berbaik hati untuk ikut serta bersama saya dalam
meneruskan pesan kisah cinta kasih ini dengan “Tag/Share & Broadcast”
kepada semua teman-teman dan anggota keluarga? Karena dengan kita berbuat demikian
serta menganjurkan orang lain turut melakukan suatu mahakarya kebajikan untuk
lebih peduli kepada orang tua dan akan membawa berkah rahmat terbesar dalam
hidup kita di dunia ini.Terima Kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca
kisah ini dan terima Kasih telah berbagi hati mulia Anda untuk semua orang tua
di dunia ini
Terimakasih
telah membaca artikel Kisah nenek sayang cucu semoga bermanfaat,
menambah ilmu dan wawasan kamu.
Kalo berkenan, tolong di share lewat facebook, twitter, google plus atau yang lain ya, biar teman-teman yang lain juga tau artikel ini, terimakasih.
Kalo berkenan, tolong di share lewat facebook, twitter, google plus atau yang lain ya, biar teman-teman yang lain juga tau artikel ini, terimakasih.
Judul :
Kisah nenek sayang cucu
URL :cinquba24.gmail.com
Tanggal : July 28, 2013
Penulis : Vievie Thayank
Sabtu, 20 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

